Disney Cinderella Glitter

19 Nov 2014

RANGKUMAN KELOMPOK 6 ANALISA DAN LAPORAN PERSEDIAAN



ANALISA & LAPORAN PERSEDIAAN
Pengertian (secara umum)
Persediaan (Inventory), aktiva perusahaan yang menempati posisi yang cukup penting dalam suatu perusahaan, baik itu perusahaan dagang maupun perusahaan industri (manufaktur), dan perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi, hampir 50% dana perusahaan akan tertanam dalam persediaan yaitu untuk membeli bahan-bahan bangunan. Persediaan adalah aktiva yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual dalam operasi bisnis normal, atau barang yang akan digunakan atau dikonsumsi dalam membuat barang yang akan dijual. Berdasarkan pengertian di atas maka perusahaan jasa tidak memiliki persediaan, perusahaan dagang hanya memiliki persediaan barang dagang sedang perusahaan industry memiliki 3 jenis persediaan yaitu persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi (siap untuk dijual). Dalam laporan keuangan, persediaan merupakan hal yang sangat penting karena baik laporan Rugi/Laba maupun Neraca tidak akan dapat disusun tanpa mengetahui nilai persediaan. Kesalahan dalam penilaian persediaan akan langsung berakibat kesalahan dalam laporan Rugi/Laba maupun neraca. Dalam perhitungan Rugi/Laba nilai persediaan (awal & akhir) mempengaruhi besarnya Harga Pokok Penjualan (HPP)
HPP = PERSEDIAAN AWAL + PEMBELIAN BERSIH – PERSEDIAAN AKHIR
A.   Inventory perusahaan dagang
Persediaan merupakan barang- barang yang dibeli oleh perusahaan dengan tujuan untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuk dan kualitas barang.
B.    Inventory perusahaan industry
Persediaan barang-barang atau bahan yang dibeli oleh perusahaan dengan tujuan untuk diproses lebih lanjut menjadi barang jadi atau setengah jadi atau mungkin menjadi bahan baku bagi perusahaan lain.
Dengan gambaran diatas maka
persediaan untuk perusahaan-perusahaan manufaktur pada umumnya mempunyai tiga
jenis persediaan yaitu:
1. Bahan baku (direct material)
2. Barang dalam proses ( Work in proses)
3. Barang jadi (Finished goods)
Jenis-jenis Persediaan
a. Bahan Baku
Barang persediaan akan diolah lagi melalui proses produksi, sehingga akan
menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sesuai dengan kegiatan
perusahaan. Besarnya persediaan bahan baku dipengaruhi oleh perkiraan produksi, sifat musiman produksi, dapat diandalkannya pihak
pemasok.
b. Barang dalam Proses
Barang yang masih memerlukan proses produksi untuk menjadi barang jadi, sehingga persediaan barang dalam proses sangat dipengaruhi oleh lamanya produksi, yaitu waktu yang dibutuhkan sejak saat bahan baku masuk keproses produksi sampai dengan saat penyelesaian barang jadi.
c. Barang Jadi
Barang hasil proses produksi dalam bentuk final sehingga dapat segera dijual, pada persediaan ini besar kecilnya persediaan barang jadi sebenarnya merupakan masalah koordinasi produksi dan penjualan.

Tujuan Penilaian Inventory
· Tujuan Pertama
adalah dalam upayanya untuk mematch cost
terhadap revenue yang berkaitan, sehingga
dihasilkan income, proses ini merupakan tujuan dasar akuntansi tradisional.
· Tujuan kedua
pengukuran inventory lainnya adalah untuk menyajikan nilai barang-barang perusahaan didalam komponen neraca (laporan keuangan).
· Tujuan ketiga
pengukuran inventory adalah membantu investor untuk memprediksi arus kas dikemudian hari, yaitu dipandang dari jumlah inventory sebagai resources yang akan mendukung arus kas dan jumlah inventory yang akan dijual kemudian hari dan akan mempengaruhi arus kas keluar. Penentuan kuantitas persediaan. Untuk menentukan jumlah barang yang masih dikuasai oleh perusahaan pada suatu saat dapat ditentukan melalui beberapa cara
yaitu:
1. Stock opname:
perhitungan barang pada awal dan akhir periode yang dihitung, cara ini merupakan ketentuan yang harus dilakukan oleh manajemen untuk menentukan jumlah persediaan akhir, sebagai salah satu persyaratan memperoleh unqualified opinion.
2. Menggunakan metode pencatatan perpetual.
3. Menggunakan metode gabungan antara metode pencatatan perpetual dengan stock opname.
4. Menggunakan metode penilaian berdasarkan hubungan agregatif, yaitu
gross profit method dan realized inventory method. Penyajian laporan laba
rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu all
inclusive concept of income (AICI) dan current operating concept of income (COCI). Dari kedua metode tersebut metode
penyajian yang banyak mengandung kelemahan untuk penyajian persediaan adalah AICI, kelemahan-kelemahan tersebut dapat kita lihat sbb:
a. Metode stock opname atau periodic method
b. Metode perpetual
c. Metode agregatif
Dasar Penilaian Persediaan
Penilaian persediaan pada prinsipnya ada dua yaitu input values dan output values, sedangkan kedua konsep tersebut dapat digunakan sesuai dengan siapa pemakainya dan tujuannya. Kalau untuk pembuatan prediksi arus kas dikemudian hari lebih relevan kalau digunakan output values, karena akan mencerminkan nilai perusahaan pada saat itu.
a. Output Values
Untuk konsep output values ini ada 3 (tiga)
konsep yang dapat digunakan yaitu:
- Konsep Discounted Money Receipt
- Current Selling Price
- Net Realizable Values
b. Input Values
Pengukuran persediaan dengan input values merupakan pengukuran resources yang dipakai untuk memperoleh persediaan pada kondisi saat ini, sehingga untuk persediaan yang tidak perlu adanya proses produksi interpretasi mengenai nilai persediaan (input values) sangat jelas. Karena input values disini menggambarkan arus dari pada kas yang telah dikeluarkan sesungguhnya.
Konsep Persediaan
a. Historical cost
Metode historical cost ini persediaan diukur berdasarkan pada pembayaran yang dilakukan dimasa lalu atau harus dilakukan dimasa yang akan datang untuk memperoleh barang atau jasa.
Keuntungan konsep ini:
1. Inventory bahan baku dan barang dagangan mencerminkan harga yang sebenarnya.
2. Dalam kondisi harga tidak pasti konsep ini merupakan alternative yang layak daripada netrealizable values sebagai alat prediksi.
3. Nilai persediaan tidak dipengaruhi oleh bias kebijakan manajemen.
Kerugian konsep ini:
1. Untuk persediaan barang yang cepat usang dan nilai tambah atas barang tidak dapat disesuaikan harganya.
2. Bila terdapat harga yang berbeda susah untuk diperbandingkan.
3. Banyaknya unsur joint cost dan metode alokasi sehingga menyulitkan penilaian persediaan.

b. Current Replacement Cost
Konsep ini adalah untuk mengurangi kelemahan dari konsep historical cost, banyak penulis dan komite prinsip akuntansi menyarankan menggunakan konsep CRC untuk mengukur persediaan. Dengan pertimbangan:
1. CRC memungkinkan untuk matching antara
current input value dengan current revenue atas hasil current operation.
2. CRC memungkinkan identifikasi dari holding gains dan loss.
3. CRC merupakan current value dari
persediaan.

c. Net Realizable Values Dikurangi Normal Markup
konsep ini persediaan dinilai dengan konsep realizable values dikurangi dengan gross profit margin yang normal, sehingga nilai persediaan merupakan nilai perolehannya menurut konsep realizable. Biaya-Biaya yang Harus Dimasukkan
dalam Persediaan Salah satu masalah paling penting dalam menangani persediaan berhubungan dengan berapa jumlah persediaan yang harus yang dicatat dalam akun.

Pembelian (akuisisi)
persediaan, seperti aktiva lain, umumnya di perhitungkan atas dasar
biaya.

a. Biaya Produk
Biaya yang melekat pada persediaan dan di catat dalam akun persediaan. Biaya-biaya ini berhubungan langsung dengan transfer barang kelokasi bisnis pembeli dan pengubahan barang tersebut ke kondisi yang siap di jual.
b. Biaya periode
Kondisi yang beban umum serta adminstrasi tidak dianggap berhubungan langsung dengan akuisisi atau produk si barang karenanya tidak dianggap sebagai bagian dari persediaan.
c. Biaya manufaktur
Sebuah bisnis yang membuat barang mengunakan persediaan bahan baku barang dalam proses barang jadi. Barang dalam proses dan barang jadi meliputi bahan tenaga kerja langsung dan biaya overhead manufaktur. Biaya overhead manufaktur meliputi bahan tidak langsung.
d. Biaya bunga
Berhubungan dengan penyiapanpersediaan agar siap dijual biasanya di bebankan pada saat dikeluarkan. Argumen penting untuk pendekatan ini adalah bahwa biaya bunga merupakan biaya pembiayaan.

Sistem Pencatatan Persediaan
Untuk dapat menetapkan nilai persediaan pada akhir periode dan menetapkan biaya persediaan selama satu periode, sistem persediaan yang digunakan adalah:
Sistem Periodik (physical)
Pada setiap akhir periode dilakukan perhitungan secara phisik untuk menentukan jumlah persediaan akhir. Perhitungan tersebut meliputi pengukuran dan penimbangan barangbarang yang ada pada akhir suatu periode untuk kemudian dikalikan dengan suatu tingkat harga/biaya. Perusahaan yang menerapkan sistem periodic umumnya memiliki karakteristik persediaan yang beraneka ragam namun nilainya relative kecil. Misalnya kios majalah di sebuah pusat perkantoran dan pertokoanyang menjual berbagai jenis majalah, koran, dll.
Sistem Permanen(Perpetual)
Melakukan pembukuan atas persediaan secara terus menerus yaitu dengan membukukan setiap transaksi persediaan baik pembelian maupun penjualan. Sistem perpetual ini seringkali digunakan dalam hal persediaan memiliki nilai yang tinggi untuk mengetahui posisi persediaan pada suatu waktu sehingga perusahaan dapat mengatur pemesanan kembali persediaan pada saat mencapai jumlah tertentu. Misalnya persediaan alat rumah tangga elektronik
(mesin cuci).
Penilaian Persediaan dengan SistemFisik (Periodik)
Untuk menentukan nilai persediaan barang pada akhir periode menurut system pisik adalah sebagai berikut:
1. Metode Tanda Pengenal
Khusus Metode tanda pengenal khusus ( specific identification ) setiap barang yang dibeli atau yang masuk diberi kode / tanda pengenal yang menunjukkan harga per satuan sesuai faktur yangditerima.
2. Metode RataRata
- Metode RataRata Sederhana
- Metode Rata-Rata Tertimbang
3. Metode MPKP (FIFO)
Barang yang lebih dulu masuk diaggap lebih dulu keluar atau dijual sehingga nilai persediaan akhir terdiri atas persediaan barang yang dibeli atau yang masuk belakangan.
4. Metode MTKP (LIFO)
Metode ini, barang yang terakhir masuk diaggap lebih dulu keluar atau dijual sehingga nilai persediaan akhir terdiri atas persediaan barang yang dibeli atau yang masuk lebih awal.
5. Metode Persediaan Dasar
Disebut juga sebagai persediaan besi yakni persediaan minimum yang harus dimiliki oleh perusahaan untuk menjaga likuiditas perusahaannya. Dalam metode ini keterlambatan masuknya barang yang disebabkan adanya kemacetan atau sebab-sebab lain tidak mengganggu persediaan sehingga perusahaan masih dapat melayani pelanggan atau pembeli.

12 Nov 2014

RANGKUMAN KELOMPOK 5 AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG



AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG
        Perusahaan Dagang
Perusahaan Dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya membeli barang dan menjualnya kembali tanpa memprosesnya terlebih dahulu dengan tujuan memperoleh laba.

Transaksi Perusahan Dagang

Pembelian
Transaksi pembelian barang dagang dalam perusahaan dagang yang ditunjukkan untuk dijual kembali akan dicatat pada akun pembelian. Pembelian dapat dilakukan secara tunai atau kredit

Biaya Angkut Pembelian
Sebelum memperoleh barang yang dibeli, biasanya perlu mengeluarkan ongkos angkut dari toko atau sampai ke gudang pembeli. Sehingga harga peroleh barang tersebut terdiri dari harga beli ditambah dengan ongkos (biaya angkutnya).

Retur Pembelian
Pada waktu melakukan transaksi pembelian barang, kadang barang yang dibeli itu tidak sesuai dengan barang yang diminta, atau mengalami kerusakan pada saat proses pengiriman. Maka pihak pembeli berhak mengembalikan barang yang rusak tersebut kepada penjual.
Potongan Pembelian
Potongan pembelian diberikan oleh penjualan dengan tujuan agar pembeli dapat melunasi utangnya sebelum tanggal jatuh tempo, atau pelunasannya dalam jangka waktu potongan. Potongan yang diterima dicatat dalam akun potongan pembelian.
  Penjualan
Transaksi penjualan barang dagang dalam perusahaan dagang dapat dilakukan baik secara tunai maupun secara kredit, atau sebagian secara tunai dan sisanya dibayar secara kredit. Setiap transaksi penjualan barang dagang dicatat dalam akun penjualan.
Retur penjualan
Setelah transaksi penjualan dilakukan dimana barang yang telah dilakirimkan kepada pembeli. Maka dapat terjadi transaksi retur penjualan. Artinya sejumlah barang yang telah dijual /dikirimkan, dikembalikan lagi oleh pihak pembeli dengan alas an tertentu. Misalnya karena rusak atau tidak sesuai dengan pesanannya.
Potongan Penjualan
Potongan penjualan diberikan untuk merangsang pembeli agar segera membayar utangnya, sebelum tanggal jatuh tempo yang ditetapkan.
Biaya Angkut Penjualan
Dalam penjualan saat barang dijual, mungkin saja penjualan akan menanggung biaya angkut atau biaya pengiriman barang sampai digudang pembeli. Maka biaya yang dikeluarkan pihak penjual akan dicatat dalam akun biaya angkut penjualan.

Persediaan Barang Dagang
Persediaan barang dagang adalah jumlah persediaan barang dagang yang ada pada akhir periode tertentu.

Utang Dagang
Terjadi karena masih terdapat sisa pembayaran dari suatu pembelian oleh suatu perusahaan dagang.

Piutang Usaha
Digunakan untuk mencatat sisa-sisa harga pembelian yang dilakukan oleh pembeli atau semua sisa harga penjualan yang belum dibayarkan.

Harga Pokok Penjualan (HPP)
Untuk menampung harga pokok/harga beli barang yang dijual dalam suatu periode akuntansi.

          Jurnal Umum dan Jurnal Khusus
1.      Jurnal Umum
Jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi dalam perusahaan secara terperinci.

2.      Jurnal Khusus
Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi khusus dalam perusahaan yang berhubungan dengan penjualan dan pembelian.
Jurnal Khusus terdiri dari :
a)      Jurnal Penjualan (Sales Journal)
Jurnal yang digunakan apabila kita melakukan penjualan barang secara kredit kepada Customer.

b)     Jurnal Pembelian (Purchases Journal)
Jurnal yang digunakan apabila kita melakukan pembelian secara kredit kepada supplier.
c)      Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal)
Jurnal yang digunakan untuk mencatat setiap pengeluaran kas dalam suatu perusahaan.

d)     Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal)
Jurnal yang digunakam untuk mencatat setiap penerimaan kas dalam suatu perusahaan.

e)      Jurnal Umum (Memorial Journal)
Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi diluar empat jurnal diatas.

f)       Jurnal Pembalik (Reversing Entries)
Jurnal yang dibuat pada awal periode sebagai kebalikan dari sebagian jurnal penyesuaian pada akhir periode sebelumnya. Jurnal ini bersifat opsional namun jika dilakukan memberikan manfaat. Tidak semua ayat jurnal penyesuaian dilakukan reversing entries. Jurnal penyesuaian yang dibalik adalah:

1.       Hutang Biaya
2.       Piutang Pendapatan
3.       Pendapatan Diterima Dimuka
4.       Biaya Dibayar Dimuka

g)      Jurnal Penutup (Closing Entries)
Ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup rekening-rekening nominal/sementara.

SIKLUS AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG
 

4 Nov 2014

RANGKUMAN KELOMPOK 4 SIKLUS AKUNTANSI



SIKLUS AKUNTANSI
Siklus Akuntansi
          Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu.
Transaksi usaha adalah kejadian yang dapat mempengaruhi posisi keuangan dari suatu badan usaha dan juga sebagai hal yg wajar untuk dicatat. Contoh transaksi usaha adalah; pembayaran rekening telepon bulanan, pembelian dagangan secara kredit, pembelian tanah dan lain lain.
Pembuatan Bukti Asli
          Bukti bukti asli yg dapat mendukung setiap terjadinya transaksi antara lain : kwitansi, faktur dan bentuk-bentuk lain.
Kwitansi merupakan bukti bahwa seseorang atau badan hokum telah menerima sejumlah uang tunai.
Faktur penjualan dan pembelian
Setiap penjualan secara kredit memerlukan buti yg disebut faktur. Bagi si penjual faktur tsb merupakan faktur penjualan sebaliknya faktur yg dikirimkan kepada si pembeli merupakan faktur pembelian.
Bukti-bukti lain:
Disamping kwitansi dan faktur terdapat bukti lain, misalnya nota-nota dari bank, serta bukti pengiriman atau penerimaan barang.
JURNAL
Jurnal  adalah suatu catatan kronologis dari transaksi entitas. Jurnal memberikan informasi berikut:
-      Tanggal
-      Nama perkiraan
-      Kolom debet
-      Kolom kredit
PENCATATAN BUKU BESAR
Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar ada 4 jenis, yaitu :
-      Bentuk ‘T’
-      Bentuk 2 kolom
-      Bentuk 3 kolom
-      Bentuk 4 kolom
NERACA SALDO
Neraca saldo adalah suatu daftar dari saldo-saldo perkiraan ini, jadi neraca saldo merupakan suatu alat untuk mengecek atas kecermatan pencatatan dan pembukuan yg disusun pada akhir periode tertentu.
Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP)
AJP adalah aktivitas ayat jurnal yg dibuat pada akhir periode untuk membetulkan akun
Neraca Jalur adalah suatu ketas yg berkolom-kolom yg direncanakan secara khusus untuk menghimpun semua data-data akuntansi yg dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan dengan cara sistematis.

LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi pada kinerja perusahaan. Laporan keuangan ada 3, yaitu :
-      Laporan laba rugi
-      Laporan perubahan posisi keuangan
-      Neraca saldo
JURNAL PENUTUP
Yaitu ayat jurnal yg memindahkan nilai sisa pendapatan, beban, dan pengambilan pribadi dari masing-masing perkiraan ke dalam perkiraan modal